Prodi Keperawatan STIKes AL Insyirah Promosi Kesehatan Deteksi Dini Kanker Serviks
BMBerita.com, Pekanbaru - Kanker serviks adalah salah satu kanker yang dapat dicegah melalui deteksi dini yang dapat dilakukan dengan pemeriksaan Pap Smear dan IVA Tes yang dapat dilakukan di puskesmas, laboratorium, dan rumah sakit serta dapat dicegah dengan vaksinasi.
Fakta tentang kanker serviks di Indonesia adalah kanker nomor 1 terbesar angka kematiannya, kita dapat merujuk data Kemenkes per 31 Januari 2019 kanker serviks sebesar 23,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 13,9 per 100.000 penduduk (Moeloek, 2019). Menurut WHO tiap tahun di seluruh dunia 490.000 perempuan di diagnosa menderita kanker serviks dimana 240.000 di antaranya meninggal. 80% kanker serviks ini rata-rata terjadi di negara berkembang.
Angka kematian wanita dengan kanker serviks cukup tinggi, baik di Indonesia maupun di dunia. Kanker serviks adalah penyakit tumor ganas di leher rahim yang dapat menyebar (metastasis) ke organ-organ yang lain dan menyebabkan kematian. Penyebab dari kanker serviks yaitu disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV). Infeksi dengan HPV seringkali TIDAK menimbulkan gejala. Banyak orang TIDAK tahu mereka terinfeksi HPV. Banyak orang dapat menularkan HPV TANPA menyadarinya.
Salah satu penyebab masih tingginya angka kematian yang disebabkan kanker serviks karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kanker serviks, cara deteksi dini kanker serviks serta pencegahannya dan ketakutan masyarakat untuk memeriksakan diri secara dini ke fasilitas kesehatan. Salah satu cara dalam mengatasi hal tersebut adalah dengan pengembangan media promosi kesehatan tentang pengendalian kanker seviks melalui deteksi dini. Dengan adanya promosi kesehatan yang sering dilakukan akan meningkatkan pengetahuan masyarakat sehingga diharapkan angka kematian yang dikarenakan kanker serviks dapat diturunkan.
Berdasarkan data diatas, Program Studi keperawatan STIKes Al Insyirah Pekanbaru kembali menggelar pengambdian Masyarakat sebagai bagian dari tridharma Perguruan tinggi. kali ini kegiatan tersebut dilaksanakan di Poli Seruni RSUD Arifin Achmad pada tanggal 20 September sampai 21 September 2021.
Tim penyuluh STIKes Al Insyirah yang melakukan pengabdian masyarakat di RSUD Arifin Achmad diataranya Ns.Ahmad Redho, M. Kep selaku ketua tim, dengan anggota Ns. Destria Elfiani, S. Kep, MM, Ns.Jannaim, M. Kep, Musda Delitah, Mardayeni, dan Nurlainis.
Kepada awak media, Ketua Tim Penyuluh Ns.Ahmad Redho, M. Kep mengatakan Informasi mengenai kanker serviks masih kurang dipahami oleh sebagian besar wanita usia produktif di Indonesia. Permasalahan yang paling banyak ditemukan di lapangan (Poli Seruni-red) minimnya informasi mengenai kanker serviks dan ketakutan masyarakat untuk memeriksakan diri secara dini ke fasilitas kesehatan.
Hal ini sambung Ahmad Redho, sangat memprihatinkan mengingat kanker serviks merupakan salah satu kanker yang dapat dicegah sejak dini. Rendahnya pengetahuan dan ketakutan masyarakat mengenai kanker serviks secara umum terlihat dengan masih tingginya angka kejadian kanker serviks di Indonesia.
“maka dari itu, Pencegahan dan deteksi dini merupakan hal yang krusial dalam penatalaksanan kanker serviks secara menyeluruh mengingat dampak kanker serviks pada penderita, keluarga, serta pemerintah” bebernya.
Lebih Lanjut, Ahmad Redho mengatakan Target yang diharapkan dari pengabdian masyarakat ini Menambah tingkat pengetahuan pasien dan keluarga yang datang berkunjung ke Poli Seruni RSUD Arifin Achmad tentang pengendalian kanker serviks melalui deteksi dini. kemudian, pengunjung dan masyarakat yang datang ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru tidak ada lagi yang tidak mengerti tentang kanker serviks dan pendeteksian sedini mungkin.
“Salah satu harapan yang ingin dicapai tersebut dapat terlaksana dan masyarakat semakin mengerti tentang pengendalian kanker serviks melalui deteksi dini sehingga mampu mengurangi angka pendertia kanker serviks.” ungkap Ahmad Redho.
dijelaskan oleh Ahmad Redho, pada askhir kegiatan promosi kesehatan tersebut, dilakukan feedback kepada audience yang bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan dan sejauh mana pemahaman audience terhadap materi yang disampaikan.
“dari hasil Evaluasi, memberikan hasil yang sangat memuaskan dengan presentase rata-rata 85%. Audience merasa senang karena setiap audience yang memberikan pertanyaan akan diberikan doorprice sehingga audience bersemangat untuk melakukan tanya jawab dan merasa puas atas jawaban yang diberikan” katanya
“Output yang diperoleh dari kegiatan promosi kesehatan di Poli Seruni RSUD Arifin Achmad Pekanbaru adalah audience (perwakilan dari keluarga pasien) menjadi tahu dan lebih mengerti tentang “Apa itu Kanker Serviks dan Bagaimana Pengendalian Kanker Serviks Melalui Deteksi Dini?”, sehingga para audience dapat melakukan upaya proteksi dini terhadap penyakit kanker serviks dan dapat melanjutkan tindakan ke pelayanan kesehatan yang lebih lanjut.’ pungkas Ahmad Redho
untuk itu sambung dia, kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan pihak-pihak pelayanan kesehatan lainnya seperti: melakukan promosi kesehatan di posyandu, puskesmas, balai pengobatan, rumah sakit, kantor-kantor agar dapat dengan aktif melakukan upaya penerangan ke semua pihak tentang “Apa itu Kanker Serviks dan Bagaimana Pengendalian Kanker Serviks Melalui Deteksi Dini?”.
“Kegiatan semacam ini dilakukan agar mendapat dukungan dari semua pihak agar semakin banyak orang memahami dan mengetahui informasi penting ini yang dapat menurunkan angka kematian penyakit ini.” Tutup Ns. Ahmad Redho, M.Kep




Komentar Via Facebook :