Pengabdian Masyarakat
Pentingnya Kesehatan Mulut dan Gigi, Prodi IKM dan Keperawatan Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah Turunkan 2 Dosen Terbaik Untuk Penyuluhan
Peserta Antusian mengikuti rangkaian kegiatan Pengabdian masyarakat tentang Kesehatan Mulut dan Gigi yang di Laksanakan oleh Prodi IKM dan Prodi Keperawatan Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah, (Rabu 28/12/22)
BMBerita.com, Pekanbaru - Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian dari kesehatan jasmani yang tidak bisa dipisahkan satu dan lainnya.
Kesehatan gigi dan mulut menjadi satu masalah kesehatan yang memerlukan penanganan segera, karena berdampak pada kondisi tubuh.
Masalah kesehatan gigi dan mulut jika tidak dilakukan perawatan maka akan menimbulkan rasa sakit pada gigi yang berakibat anak malas untuk melakukan kegiatan, anak tidak dapat beraktivitas dan nafsu makan anak akan menurun sehingga mengakibatkan gangguan tumbuh kembang pada anak. Oleh karena itu, orang tua perlu melakukan stimulasi pada anak untuk perkembangan motorik terutama melakukan gosok gigi.
Mengingat pentingnya kesehatan mulut dan gigi pada anak, civitas akademisi Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat dan Program Studi S1 Keperawatan Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan melakukan penyuluhan Kesehatan Mulut dan Gigi pada Anak.
Kegiatan penyuluhan tersebut dilaksanakan di Musholla Jabal Nur RT 02 RW18 Kelurahan Mentangor Kecamatan Kulim Kota Pekanbaru, dengan jumlah responden sebanyak 22 orang anak dengan kisaran umur 4 tahun s/d 7 Tahun. Rabu, (28/12/22).

Nofri Hasrianto, SKom., Mkes selaku ketua tim Pengabdian Maysarakat (Pengabmas) mengatakan, Anak-anak yang menjadi sasaran pengabdian masyarakat adalah anak anak yang memang tidak paham terhadap kesehatan mulut dan gigi.
“Sehingga kami tergerak memberikan penyuluhan dan pendampingan pengetahuan kepada mereka. Permasalahan mengenai kesehatan gigi yang terdiri dari sakit gigi, gigi berlubang dan kerusakan gigi yang lainnya yang di sebabkan oleh makanan yang manis-manis dan kurangnya kebersihan gigi dan mulut.” kata Nofri.
pada kegiatan tersebut, dilakukan pemaparan informasi tentang kesehatan gigi dan mulut serta menonton vidio edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut.
“Berdasarkan hasil analisis tim, kegiatan berjalan sesuai dengan yang direncanakan dimana anak-anak sangat antusias dalam mendengarkan materi dan ada tanya jawab mengenai materi, pada akhir kegiatan, tim dan masyarakat berdiskusi untuk evaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan.” ungkap Nofri
Nofri menambahkan, pada kegiatan tersebut, Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat dan Program Studi S1 Keperawatan Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah menurunkan masing masing 1 orang Dosen, Yakni dirinya selaku ketua tim, dan Ns. Ahmad Redho, Skep.Mkep selaku anggota, dan dibantu oleh 5 orang mahasiswa.
Dosen yang memiliki keahlian Promosi Kesehatan dan ilmu perilaku itu mengatakan ada 4 faktor penting yang sangat berpengaruh pada status kesehatan gigi dan mulut seseorang atau masyarakat.
“diantaranya yaitu keturunan, lingkungan termasuk fisik maupun sosial dan budaya, perilaku dan pelayanan kesehatan” imbuh Nofri.

Perawatan gigi sejak dini sangat penting dilakukan karena banyak anak menderita karies atau lubang pada gigi. Kerusakan gigi pada anak disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain anak malas untuk menyikat gigi, Makan makanan manis dan lengket yang berlebihan, Tidur setelah makan tanpa menyikat gigi, Waktu menyikat gigi yang tidak tepat, waktu yang tepat ialah setelah makan, dan Sering mimun yang bersoda.
Dinukil dari Cara Merawat Kesehatan Gigi dan Mulut Rumah Sakit MH Thamrin Purwakarta, Ns. Ahmad Redho, Skep.Mkep yang bertugas melakukan inveksi kebersihan mulut mengakatan ada beberapa cara untuk merawat kesehatan gigi dan mulut anak.
“Gunakan sikat gigi yang tepat. Gunakan sikat gigi anak yang memiliki bulu sikat yang lembut. Hal ini untuk melindungi gusi dan berfokus pada daerah-daerah kecil sehingga mereka dapat membersihkan dengan benar. Selain itu karakter kartun yang lucu pada sikat gigi dapat membuat anak menyukai menyikat gigi.” kata Ahmad Redho

selanjutnya, Pastikan untuk mengajari anak anda cara menyikat yang benar. Gerakan perlahan dan memutar pada seluruh bagian permukaan gigi. Jangan terlalu keras dalam menyikat, karena dapat melukai gusi anak yang masih lemah. katanya.
“kemudian hal yang tak kalah penting, Gunakan pasta gigi khusus untuk anak yang memiliki rasa yang mereka sukai. Biarkan mereka memilih sendiri rasa yang menjadi favorit mereka seperti coklat, es krim, strawberry, dan buah lainnya. Rasa pasta gigi yang yang enak baik dalam memotivasi anak untuk terus menyikat giginya. sambung Ahmad Redho.
Terakhir, “Kunjungi dokter gigi minimal 6 bulan sekali untuk memastikan gigi anak tetap sehat dan kuat. Hal ini sangat penting untuk tetap memastikan kesehatan mulut dan gigi anak bila terdapat masalah kesehatan mulut dan gigi.” tutup Ns. Ahmad Redho, Skep.Mkep




Komentar Via Facebook :