Tim Pengabmas FT UNRI Adakan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Padat di Desa Batu Belah
BMBerita.com, Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik Universitas Riau bekerjasama dengan mahasiswa kuliah kerja nyata (KUKERTA) Balek Kampung Universitas Riau (UNRI) Desa Batu Belah melakukan sosialisasi pembuatan pupuk organik padat ke masyarakat.
Sosialisasi tersebut dilaksanakan di Balai Desa Batu Belah, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Kamis pagi (20/12/22).
Sosialisasi kali ini disampaikan langsung oleh Dosen Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Riau Dr. Sunarno, ST., MT yang diikuti oleh beberapa perangkat desa, ibu-ibu PKK, kelompok tani, dan masyarakat lainnya.
Pupuk organik padat ini dibuat dari arang jerami padi, sekam padi, kotoran ternak kerbau dan larutan EM4 30%. Proses pembuatan ini dilakukan diatas terpal, setelah dicampur bahan tersebut dan ditutup dalam terpal dengan diamati suhunya tiap seminggu sekali. Setelah satu bulan, pupuk dianalisa unsur nitrogen, fosfor dan kalium. Unsur ini merupakan unsur hara makro yang dibutuhkan tanaman.
Pemberian pupuk organik padat dalam waktu lama akan memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan aerasi tanah. Sementara itu, penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus dalam jangka waktu lama akan mengeraskan tanah sehingga daya responsnya cenderung menurun. Penggunaan pupuk organik secara murni ataupun dikombinasikan dengan pupuk anorganik sangat berperan dalam meningkatkan produktivitas tanaman, pertanian melalui perbaikan struktur tanah dan penyediaan unsur hara. Untuk menjaga keseimbangan sifat fisik dan kimia tanah serta mencegah tanah dari kerusakan, lebih baik melakukan pemupukan dengan mengombinasikan antara pupuk organik dan pupuk buatan/kimia.

Penggunaan pupuk- pupuk organik untuk kesuburan tanah tidak hanya akan melestarikan lingkungan, tetapi juga meningkatkan kualitas dan nilai ekonomi dari kotoran hewan.
Pemanfaatan kotoran hewan menjadi pupuk organik juga dapat bermanfaat bagi peternak. Pasalnya, kotoran yang semula dianggap sebagai limbah dapat diolah dan digunakan. Dengan begitu, peternak bisa memanfaatkannya untuk keperluan pribadi atau dijual untuk mendatangkan pendapatan sampingan.
Pengolahan kotoran menjadi pupuk juga menjadi solusi untuk mengatasi limbah yang dapat menyebabkan pencemaran pada lingkungan.
Dr. Sunarno, ST., MT selaku pemateri menyampaikan beberapa alasan mengapa pupuk organik ini harus dibuat.
"Dengan membuat pupuk organik dapat mengurangi limbah pertanian dan kotoran hewan. Yang semulanya tidak dapat diolah sekarang dapat menjadi pupuk yang sangat bermanfaat untuk pertanian. Pupuk organik dapat meningkatkan hara yang ada di dalam tanah karena pupuk organik menggunakan bahan alami", Ujarnya.
Selain penyampaian materi, pada sosialisasi ini juga diadakan demonstrasi langsung tentang cara pembuatan pupuk organik yang dipandu langsung oleh Dr. Sunarno, ST., MT.
Peserta sosialisasi sangat antusias menerima ilmu yang disampaikan. Karena, di Desa Batu Belah ini salah satu mata pencahariannya adalah Petani dan Peternakan.
Selain itu Sekretaris Desa Batu Belah, Wahyu Afandi mengungkapkan bahwa kegiatan sosialisasi pembuatan pupuk organik padat ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Batu Belah, karena masyarakat dapat memanfaatkan limbah pertanian dan kotoran ternak ini.
"Sosialisasi ini juga dapat menjadi inovasi baru bagi masyarakat Desa Batu Belah serta dapat juga menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat." Tutur Wahyu Afandi.
Kelompok KUKERTA Balek Kampung Universitas Riau, sangat senang dalam membantu pelaksanaan program kerja sosialisasi pembuatan pupuk organik. karena, melibatkan para perangkat desa dan kelompok tani serta masyarakat yang Implementasinya sangat bermanfaat untuk Desa Batu Belah.
"Kami sangat antusias dalam membantu program pengabdian masyarakat ini karena para perangkat desa serta kelompok tani dan masyarakat Desa Batu belah juga turut hadir dalam kegiatan sosialisasi pembuatan pupuk yang sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama bagi kelompok tani Desa Batu Belah karena mayoritas mata pencarian masyarakat Batu Belah sebagai petani," ujar ketua kelompok KUKERTA UNRI Desa Batu Belah, Hasby Herdinasrul.
Seluruh rangkaian kegiatan sosialisasi pembuatan pupuk organik padat oleh tim FT Unri yang bekerjasama dengan Mahasiswa KUKERTA Desa Batu Belah dengan Dra. Silvia Reni Yenti, M.Si selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) berjalan lancar dan sukses. (VH)








Komentar Via Facebook :