BMBerita.com

Aksi Damai, KAMMI UIN SUSKA Riau kecam sikap Represifitas Aparat Keamanan

Aksi Damai, KAMMI UIN SUSKA Riau kecam sikap Represifitas Aparat Keamanan

BMBerita.com, Pekanbaru - Jumat, 09 September 2022 KAMMI UIN SUSKA Riau melakukan Aksi Damai merespon kebijakan kenaikan Harga BBM bersubsidi. Massa yang berjumlah puluhan orang  bergerak 14.30 WIB ke Kantor DPRD Provinsi Riau.

Sebelum sampai kantor DPRD Provinsi Riau massa KAMMI Se-Uin Suska Riau melakukan aksi mendorong motor sebagai bentuk aksi simbolik mahalnya harga Bahan Bakar Minyak dan sebagai bentuk perlawanan kepada pemerintah yang membuat kebijakan di siang hari bolong.

Dalam penyampaian orasi perjuangan, massa aksi sangat menyayangkan kepada pemerintah yang terkesan kembali tidak membuka mata dan tidak memakai hati dalam membuat kebijakan. Disaat Indonesia akan lekas bangkit dari pendemi yang menjarah 2 tahun kebelakangan, kali ini Pemerintah dianggap benar-benar gagal dalam keberpihakan dan terkesan arogan kepada Rakyat Indonesia.

Aksi berjalan damai hingga KAMMI se-Uin Suska Riau melaksanakan sholat ashar berjamaah bersama pihak kepolisian. Namun, aksi yg berjalan damai dinodai oleh tindakan provokatif pihak aparat keamanan yang mengakibatkan terjadinya gesekan dan pemukulan kepada massa aksi. KAMMI se-Uin Suska Riau sangat mengecam tindakan oknum aparatur tersebut dan akan menindaklanjuti sebagaimana hukum prosedur yang berlaku.

Lanjut pada pukul 16.30 WIB massa aksi mengadakan aksi teatrikal drama kerakyatan. Aksi teatrikal diadakan karena Pemerintah dianggap tidak lagi mencerminkan nilai-nilai dalam berdemokrasi. Selalu mementingkan elite politik, tanpa pernah memperhatikan rakyat sendiri. Padahal seyogyanya yang dikatakan bernegara demokrasi adalah Rakyat sebagai tujuannya, bukan untuk keberpihakan yang lain apalagi kepentingan oligarki. 

Kemudian pada pukul 16.45 WIB Massa Aksi Damai KAMMI UIN Suska Riau disambut oleh Sekretariat DPRD Provinsi Riau dan menyampaikan point-point tuntutan Aksi Damai. 

Adapun 4 tuntutan Massa Aksi Damai KAMMI se-Uin Suska Riau:
1. Mendesak pemerintah untuk membatalkan kenaikan harga BBM bersubsidi.
2. . Mendesak pemerintah mengendalikan harga barang-barang pokok yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
3. Mendesak pemerintah dan pertamina untuk menjamin Stok BBM di Riau sampai akhir tahun 2022.
4. Mendesak Pemerintah tunda Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dianggap membuang anggaran secara percuma-cuma dan tidak berdampak secara langsung bagi Rakyat Indonesia.

Tidak sampai disitu, KAMMI se-Uin Suska Riau juga meminta kepada DPRD Provinsi Riau agar mereka mengeluarkan pernyataan bahwasanya DPRD Provinsi Riau menolak dengan tegas kebijakan kenaikan harga BBM Subsidi secara kelembagaan yang didasari atas kepentingan rakyat haruslah berpihak kepada rakyat. Setelah pembicaraan yang cukup alot, akhirnya pihak DPRD Provinsi Riau menyanggupi permintaan Massa Aksi.

Pukul 17.00 WIB massa aksi  membubarkan diri dengan tertib. KAMMI se-Uin Suska Riau akan kembali datang lagi jika tuntutan mereka ini tidak terealisasi ke Pemerintahan Pusat dan akan datang dengan gelombang massa aksi yang lebih besar.(VH/tim)

Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT :