Dosen dan Mahasiswa STIKes Al Insyirah Pekanbaru Lakukan Pengabdian Optimalisasi Pendidikan Seksual Pada Murid SDN 43 Pekanbaru
BMBerita.com, Pekanbaru - Saat ini kasus kekerasan seksual pada anak masih tinggi dan terus mengalami peningkatan. Hal ini tentunya sangat meresahkan masyarakat sehingga banyak yang melakukan penelitaian terhadap fenomena tersebut, banyak dari hasil penelitian yang menyarankan agar anak usia sekolah diberikan pendidikan seks untuk mengoptimalkan pengetahuan mereka dalam mengadapi perubahan yang ada pada dirinya dan dapat menjaga diri serta kesehatan reproduksinya.
Pendikan seksualitas sangat penting dikenalkan pada anak sekolah, dengan harapan dapat melindunginya dari kekerasan dan pelecehan seksual, dan juga dapat menjembatani antara rasa keingitahuan anak tentang hal-hal yang menjurus ke arah vulgar, mengingat pada zaman yang modern ini masih banyak orang tua yang tabu untuk memberikan pendidikan seksualitas pada anaknya.
Berdasarkan penelusuran yang dilakukan di SDN 43 Pekanbaru diperoleh informasi belum pernah diberikan pendidikan seksualitas pada anak didik mereka, belum lagi sudah cukup lama anak sekolah melakukan pembelajaran secara daring, sehingga berfokus pada mata pelajaran saja. Pada kondisi new normal pembelajaran belum dikakukan secara ful (dilakukan secara bergantian), jika tidak dierikan pendidikan seksualitas maka akan memperlambat anak sekolah dalam memperoleh informasi sehingga sulit untuk siap menghadapi fase reproduksi yang dihadapinya.
Beranjak dari hal tersebut, dosen dan mahasiswa STIKes Al Insyirah Pekanbaru berkolaborasi malakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) untuk mengoptimalisasikan pendidikan seksual pada anak sekolah yang berlokasi di Jalan Banda Aceh No. 37, Tangkerang Utara, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru itu.
Adapun tim yang melaksanakan pengabdian masyarakat ini merupakan kolaborasi dari tiga program studi diantaranya Rika Mianna, SKM, M. Kes selaku ketua tim dari Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Bd. Fatma Nadia, SST, M. Kes dari Program Studi Kebidanan dan Ns. Rahmaniza, S. Kep, M. Kep dari Program Studi S1 Keperawatan, kegiatan ini juga dibantu oleh mahasiswa yakni Faiza Rahman dan Akiran Nabila S, dari Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat.
Rika selaku ketua tim menuturkan kegiatan pengabdian tersebut dilakukan pada hari Sabtu tanggal 04 Juni 2022 dengan cara memberikan pendidikan seks pada murid kelas 4 yang berjumlah 55 orang. Adapun tema dari kegiatan yaitu “Siap Menjadi Remaja” mengingat rata-rata umur murid 10 tahun yang merupakan tahap awal pada masa remaja, maka materi yang cocok diberikan pada usia tersebut yaitu menstruasi dan mimpi basah serta apa yang akan dilakukan terhadap fase tersebut agar mereka siap menghadapinya.
"Keberhasilan optimalisasi pendidikan seksualitas ini dievaluasi dari beberapa kuesioner yang diberikan pada saat pre test dan post test. Sebelum melakukan kegiatan kami melakukan beberapa tahapan diantaranya persiapan berupa pengantaran surat izin ke sekolah serta persiapan kebutuhan untuk pelaksanaan dan evaluasi kegiatan." kata Rika
"Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan lancar sesuai dengan perencanaan. Semua murid antusias dan ada yang bertanya mengenai materi. Kepala sekolah Ibu Yusnidar Lubis, S. Pd sangat memdukung kegiatan tersebut dan berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan. Terima kasih kepada Ibu Kepala sekolah SD Negeri 43 dan wali kelas 4 yang telah mendampingi selama kegiatan berlangsung, seluruh tim yang solid serta seluruh pihak yang telah mensukseskan kegiatan ini." beber Rika dosen S1 Kesehatan Masyarakat STIKes Al Insyiah itu.








Komentar Via Facebook :