BMBerita.com

Meriahkan Idul Fitri, Pemuda Jorong Gantiang Koto Tangah Tilatang Kamang Gelar Acara Kesenian Tradisonal

Meriahkan Idul Fitri, Pemuda Jorong Gantiang Koto Tangah Tilatang Kamang Gelar Acara Kesenian Tradisonal

BMBerita.com, Agam - Menantikan puncak kemenangan umat Islam setelah berpuasa sebulan lamanya, pemuda pemudi Jorong Gantiang Kanagarian  Koto Tangah Kec. Tilatang Kamang Kabupaten Agam menggelar acara untuk memeriahkan hari kemenangan umat islam pada hari Sabtu hingga minggu tanggal 7-8 Mei 2022

 Mereka mengadakan pawai obor, tambua serta pencat silat. Acara ini digelar dan di hadiri oleh wali jorong Bapak Ali Basir, serta wali nagari Bapak Amrizal Gunawan Dt. Maruhun Basa. 

Kegiatan pawai ini dimulai dari surau gadang jorong gantiang sampai kantor walinagari. Banyak mata yang antusias dan melihat kemeriahan acara tersebut.

“Acara ini sudah berjalan lama, biasanya kami mengadakan MTQ. Tiap 2 tahun sekali kami juga mengadakan pawai khatam qur’an, tetapi dikarenakan pandemi covid-19, banyak kegiatan yang off. Untuk generasi muda hari ini tetaplah melestarikan budaya Minangkabau, karena budaya dan tradisi minangkabau ini adalah jati diri kita” Ujar kepala walinagari Bapak Amrizal Gunawan Dt. Maruhun Basa. 

Salah satu budaya tradisi minangkabau yaitu tambua. Tambua adalah salah satu kesenian tradisional minangkabau yang terdiri dari gendang diolah menggunakan kayu bulat yang dilubangi dan diberikan kulit kambing ataupun kulit sapi pada bagian atas dan bawahnya. Ukuran dari tambua ini pada diameternya antara 40-50 cm. Sedangkan untuk panjangnya sekitar 60-70 cm. Permainan kesenian tambua ini sudah menjadi tradisi masyarakat dalam mengadakaan setiap acara atau kegiatan.

Ada lagi, Pawai Obor merupakan iring-iringan sekelompok orang yang dilakukan dengan berkeliling di jalan raya dengan membawa obor yang terbuat dari bambu. 

Masyarakat berkeliling sambil mengumandangkan salawat dan puji-pujian kepada Allah SWT sebagai ungkapan rasa syukur karena diberi kesempatan untuk merasakan puncak kemenangan umat islam dalam menjalankan ibadah puasa, biasanya pawai obor ini di pimpin dengan mobil yang di atasnya ada bedug yang akan di bunyikan selama takbir berkumandang.

Terakhir Silek, Beladiri asli Minangkabau ini berfungsi sebagai pertahanan diri dan meperrtahanan wilayah, selain itu merupakan sarana pendidikan pembentukan karakter masyarakat. 

Gerakan silek diciptakan dengan nilai, kearifan, jati diri serta unsur yang mengambil gerakan - gerakan dari alam dan kehidupan. 


Biasanya pencat silat ini di lakukan di setiap acara atau kegiatan, seperti acara pernikahan dalam menyambut anak daro dan marapulai, serta acara lainnya.

 “Sebagai generasi muda yang wajib bersyukur melalui kegiatan ini kami dapat berkumpul dan silaturahmi. Berharap kegiatan ini tetap berjalan dari waktu ke waktu kebudayaan ini tetap dipertahankan” ujar Della salah seorang pemudi jotong gantiang.

“Alhamdulillah kami sebagai warga jorong gantiang tetap ikut serta dalam kegiatan ini. Kami berharap dengan adanya ini kami seluruh warga jorong gantiang tetap menjalin silaturahmi tidak hanya di acara ini saja saya berharap semoga kedepannya dan seterusnya kami bisa selalu menjaga kekeluargaan ini serta melestarikan budaya“ ujar bapak St. Rajo salah seorang warga jorong gantiang.

Komentar Via Facebook :