Dosen Fakultas Kesehatan IKTA Al Insyirah Edukasi Masyarakat Dalam Pengolahan Serbuk Instant Jahe Merah
BMBerita.com, Pekanbaru - Dosen Fakultas Kesehatan Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah (IKTA) adakan giat pengabdian masyarakat edukasi dalam pengolahan serbuk instant jahe merah kepada masyarakat di Perumahan Kubang Raya desa Siak hulu Kabupaten Kampar, Senin (16/6/25).
Tim Dosen yang melaksanakan penyuluhan terdiri dari Ns. Rahmaniza,S.Kep,M.Kep selaku ketua. Ns.Epu Margi Astuti,S.Kep, M.Kes dan Bdn. Fatma Nadia,SST,M.Kes sebagai anggota. Selain dosen, kegiatan juga melibatkan dua orang mahasiswa dari fakultas kesehatan Nurasykin dan Destya Anggun Safitri
Ns. Rahmaniza,S.Kep,M.Kep selaku ketua tim Pengabdian Masyarakat mengatakan, Kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mengalami peningkatan, namun seiring dengan hal tersebut juga berkembang berbagai jenis penyakit akibat perubahan gaya hidup yang lebih modern dengan tingkat stres yang lebih tinggi.
Munculnya resistensi terhadap berbagai jenis bakteri ataupun parasit mengakibatkan perlunya pengembangan dan penemuan obat baru. Kondisi lingkungan yang beriklim tropis juga sangat memungkinkan berbagai jenis penyakit untuk tumbuh berkembang.
“Salah satu tumbuhan yang digunakan untuk pengobatan tradisional adalah jahe merah.”
Rahmaniza menjelaskan, Jahe merupakan salah satu tanaman herbal yang banyak digunakan sebagai obat maupun bumbu tradisional. Kandungan vitamin C antara serbuk jahe merah, jahe besar dan jahe empirit, kandungan vitamin C paling tinggi terdapat pada serbuk jahe merah yaitu 18,11 mg/100 gr. Sedangkan Ekstrak jahe merah memiliki kemampuan paing baik untuk menurunkan kadar asam urat.
Manfaat dan kegunaan lain dari jahe merah secara empiris antara lain sebagai karminatif, anti muntah, pereda kejang, anti pengerasan pembuluh darah, peluruh keringat, anti inflamasi, anti mikroba dan parasit, anti piretik, anti rematik, serta merangsang pengeluaran getah lambung dan getah empedu.
Pemanfaatan tanaman untuk obat tradisional memiliki kelebihan tersendiri yaitu toksisitasnya rendah, mudah diperoleh, murah harganya dan kurang menimbulkan efek samping. Kelebihan ini juga telah dibuktikan secara empiris pada penggunaan langsung oleh manusia secara tradisional.
Hal inilah yang menjadi salah satu motivasi untuk melirik kembali potensi alam untuk mengupayakan penanggulangan berbagai penyakit atau gangguan kesehatan yang sering muncul termasuk dalam proses pencegahannya.
“sasaran dari kegiatan ini, diharapkan masyarakat memiliki Pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan jahe merah menjadi produk pangan olahan bubuk instant, serta Pengetahuan dan keterampilan pengemas produk” tutup Rahmaniza









Komentar Via Facebook :