Sosialisasi Pemanfaatan Ampas Sagu Sebagai Biopelet Dengan Pembakaran Menggunakan Kompor TLUD Dalam Mewujudkan Transisi Energi
BMBerita.com, Selatpanjang - Tim Pengabdian Program Desa Binaan Universitas Riau yang diketuai oleh Dr. Hafidawati, STP., M.T., dengan Tim Elvi Yeni, ST., M. Eng., Dr. Ida Zahrina, S.T., MT., Dr. Voni Setaries Johan, Iwan Kurniawan, ST., MT., Tengku Firli Musfar, SE, MM, melaksanakan kegiatan Pengabdian Program Desa Binaan DIPA Universitas Riau, dengan tema "Pendampingan Pemanfaatan Ampas Sagu Sebagai Biopelet dengan Pembakaran Menggunakan Kompor TLUD dalam mewujudkan Transisi Energi di Desa Maini Darul Amal, Kabupaten Kepulauan Meranti.
Kegiatan Pelatihan ini dilakukan pada lokasi target masyarakat, Desa Maini Darul Aman, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti (kamis, 08/08/2024).
Program ini bertujuan untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat dalam mengembangkan teknologi pemanfaatan ampas sagu sebagai salah satu upaya mengurangi pencemaran lingkungan dari tumpukan ampas sagu hasil sampingan produksi tepung sagu dari kilang sagu.
Sebelum kegiatan dimulai Tim Pengabdian telah melakukan beberapa kegiatan pra pelaksanaan kegiatan, yakni berdiskusi dan mencari tahu mengenai permasalahan di Desa Maini Darul Aman terkait dengan produksi tepung sagu dan limbah yang dihasilkan serta permasalahan yang dihadapi dalam penanggulangan masalah pencemaran dari ampas sagu.
Pasca kegiatan diskusi tim menyusun agenda pelaksanaan kegiatan pelatihan dan workshop di desa yang bertempat di Kantor Kepala Desa Maini Darul Aman.
Kegiatan diawali dengan penjelasan dan pemaparan berkaitan dengan materi pembuatan biopelet dari limbah ampas sagu dengan pemantiknya, dilanjutkan di hari kedua (8 Agustus 2024) untuk pengenalan kompor biomasa TLUD penggunaannya serta cara pembuatannya. Dilanjutkan dengan cara menggunakan kompor dengan bahan bakar biopelet ampas sagu dalam memasak.
Kegiatan berjalan lancar dan interaktif, dimana peserta kegiatan yakni Ibu-Ibu PKK, Pemuda dan Pemuka Masyarakat aktif bertanya berkaitan dengan materi yang telah disampaikan.
"Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat terus mengembangkan pemanfaatan biopelet sebagaibahan bakar dirumah tangga dan skala lebih besar di skala industri sebagai pengganti bahan bakar boiler", ucap Dr. Hafidawati, STP., MT.
Kegiatan ini juga memberi bimbingan bagaimana pengembangan usaha biobriket sebagai bahan bakar pengganti kayu bakar dan minyak tanah yang kesediaannya sudah sulit diperoleh.
"Diharapkan melalui kegiatan ini bisa menjadi sumber pendapatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di samping lingkungan terjaga", pungkasnya. (wiwid)









Komentar Via Facebook :