Pengabdian Kepada Masyarakat
Dosen Ilmu Keperawatan IKTA Gelar Penyuluhan Kesehatan Tentang Bantuan Hidup Dasar
"Permasalahan utama yang dihadapi mahasiswa Fakultas Kesehatan khususnya S1 Ilmu keperawatan yaitu belum pernah diberikan pendidikan kesehatan tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) untuk itu akan dilakuakan Penyukuhan dan pendidikan tentang Bantuan Hidup Dasar."
BMBerita.com, Pekanbaru - Dosen Institut Kesehatan dan Teknologi Al insyirah (IKTA) melaksanakan penyuluhan kesehatan tentang bantuan hidup dasar (BHD) pada mahasiswa kesehatan institut kesehatan dan teknologi al insyirah, Rabu (3/7/24)
“Penyuluhan ini perlu dilakukan mengingat Pengetahuan Bantuan Hidup Dasar sangat penting dimiliki oleh masyarakat awam terutama mahasiswa fakultas kesehatan khususnya 130 mahasiwa S1 Ilmu keperawatan di Institutu Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah yang merupakan pemberi layanan kesehatan pada masa yang akan datang” ucap ketua tim Penyuluh Ns. Tengku Isni Yuli Lestari Putri, M.Kep
Kegawatdaruratan menjadi kasus yang memerlukan penanganan segera dari petugas medis, bystander yang sudah terlatih atau masyarakat umum. Ungkapnya lagi.
Tengku Isni menekankan, Kejadian kegawatandarurat diluar rumah sakit akan mengakibatkan pemburukan pada kondisi korban, ”untuk menimalisir pemburukan pada korban maka di perlukan pertolongan pertama di fase luar rumah sakit (pre hospital).” jelasnya.
Kejadian gawatdarurat penyakit tidak menular yaitu henti jantung, Bantuan Hidup Dasar (BHD) adalah upaya untuk mengidentifikasi dan memeberikan intervensi primer pada kasus henti jantung melalui kompresi dada dan ventilasi, melakukan BHD di menit-menit awal dapat meningkatkan angka bertahan hidup sebanyak 4% dan pada keadaan napas spontan. Ujar Tengku isni
Menukil dari data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018, kejadian penyakit jantung dilihat dari diagnosis Dokter pada penduduk semua umur menurut Provinsi didapatkan bahwa tiga kota mendapat prevelensi tertinggi yaitu Provinsi Kalimantan Utara 2,2%, DIY 2%, dan Gorontalo 2%. Sedangkan untuk Provinsi Riau 1.1 % .
"Saat ini Permasalahan utama yang dihadapi mahasiswa Fakultas Kesehatan khususnya S1 Ilmu keperawatan yaitu belum pernah diberikan pendidikan kesehatan tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) untuk itu akan dilakuakan Penyuluhan dan pendidikan tentang Bantuan Hidup Dasar." ucap Tengku Isni
Selain itu yang terpenting Mahasiswa fakultas kesehatan kususnya S1 Ilmu Keperawatan merupakan pemberi layanan kesehatan pada masa yang akan datang sehingga perlu memahami Bantuan Hidup Dasar.
”Atas dasar itu, kami dari Program Studi S1 Ilmu Keperawatan Fakultas Kesehatan melakukan penyuluhan ini” ucap anggota tim pengusul I Ns. Suci Amin, S.Kep.,MMR
Suci Amin menerangkan, penyuluhan tersebut dibagi kedalam tiga tahapan, yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap Monitorong dan Evaluasi.
Pada tahap persiapan, beberapa hal yang dilakukan oleh tim penyuluh, diantaranya melakukan observasi untuk mengidentifikasi kebutuhan yang digunakan pada saat melaksanaan pengabdian. Kegiatan ini melibatkan seluruh tim pengabdian.
Selanjutnya menganalisis Kebutuhan alat dan bahan dengan melakukan wawancara untuk mengetahui perlengkapan yang perlu dipersiapkan dan mengetahui kebutuhan Kegiatan Pengabdian.

Ns. Tengku Isni Yuli Lestari Putri, M.Kep saat memberikan materi penyuluhan
Melakukan Forum Group Discussion (FGD) tentang persamaan persepsi bersama mitra tentang metode pelaksanaan PKM di Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah. Tahap ini dilakukan identifikasi mekanisme pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan mitra. Mekanisme yang dimaksud diantaranya penentuan waktu pelaksanaan kegiatan pengabdian dan konfirmasi kesiapan mitra.
Annggota Tim pengusul II Bdn. Rizka Mardiya, S.Tr.Keb, M.Keb menambahkan, pada tahap pelaksanaan dilakukan dengan metode penyuluhan dan praktek dalam bentuk demo atau role play untuk melatih mitra
”Pada tahap ini mitra akan diberikan pendidikan dan pendampingan tentang Bantuan Hidup Dasar. Metode penyuluhan, praktek dalam bentuk demo dan role play Sebelum dan sesudah kegiatan sosialisasi akan dilakukan penilaian dalam bentuk pretest dan posttest”. Ujarnya.
Sedangkan pada tahap Tahap Monitoring dan Evaluasi, indikatornya ialah Hasil pretest dan posttest Adanya dokumentasi media elektronik dan media massa. Tutup Bdn. Rizka Mardiya.
Kegiatan penyluhan ini dilaksanakan oleh tiga dosen dari Prodi Perawat dan dibantu oleh dua orang mahasiswa yakni Elvira dan Alfin






Komentar Via Facebook :