BMBerita.com

Di Duga Kepsek SMAN 6 Pekanbaru Potong Pengembalian Uang Sewa Kantin untuk Pembayaran Retribusi Ke Dinas

Di Duga Kepsek SMAN 6 Pekanbaru Potong Pengembalian Uang Sewa Kantin untuk Pembayaran Retribusi Ke Dinas

BMBerita.com, Pekanbaru - Para pedagang kantin sekolah SMA Negeri 6 Pekanbaru sangat kecewa terhadap sikap Dra.H.Zurina selaku kepala sekolah SMAN 6 Pekanbaru. kekecewaan pedagang kantin ini berawal ada pemotongan uang sewa kantin sebesar Rp 5 juta

Awalnya para penyewa kantin sudah membayar lunas kontrak kepada kepsek Rp 20 juta.akan tetapi dua tahun belakang ini mereka tidak bisa jualan disekolah, lantaran pandemi COVID-19

"Oleh karena itu kami bersama penyewa lainnya membatalkan kontrak kantin dan meminta uang kami dikembalikan. Namun dia (kepsek red) bersedia mengembalikan, tetapi tidak semuanya,"ucap Ibu kantin.

"Uang kontrak kantin itu sebesar Rp 20 Juta,ada juga yang bayar kontrak Rp.16 juta sampai Rp.18 juta untuk dua tahun, tergantung besar lapak kantinnya”ujar ibu kantin yang menolak namanya ditulis beberapa hari yang lalu.

Belakang ini kami tidak bisa jualan,terpaksa kami meminta uang kontrak kami itu kepada kepala sekolah,awalnya kepsek menolak mengembalikan dengan alasan uang tersebut sudah di storkanya untuk retribusi ke dinas pendidikan

"Alasan kepsek mengapa uang kontrak kantin dipotong setengah tahun,dari sewa kantin yang telah dibayar lunas,uang kami dikembalikakn hanya Rp 15 juta saja,dari Rp 20 juta yang kita bayar,dipotong Rp 5 juta, untuk pembayaran retribusi ke dinas,kepsek menyebutkan sekolah rugi lantaran sudah bayar retribusi ke dinas,makanya uang kami dipotong Rp 5 juta”kata ibu kantin menirunkan ucapan kepsek.

"Pada saat penandatanganan sewa kantin kemarin,pihak sekolah tidak pernah menjelaskan,ada uang yang distorkan sebagai retribusi kedinas pendidikan yang dibebankan dari pembayaran uang sewa kantin."tetapi kepala sekolah berdalih telah memberitahukan kepada ibu merita terkait pembayaran retribusi ke dinas.

"Persoalan ini sudah kami pertanyaan kepada ibuk merita,dijelaskannya,selama covid,tidak dihitung sewa kantin "Mulai dihitung sewa kantin setelah jualan dikantin sekolah,dua tahun ini kantin ga biasa jualan uang kami yang sudah dibayar untuk sewa kantin ga dipakai kan buk?,tanya ibu kantin kepada ibu merita,"tidak jawab ibu merita menjawab pertanyaan kami"Kata ibu kantin menirunkan ucapan merita.

Apa yang telah dikatakan ibu merita kami sampaikan juga kepada kepsek,"ibu merita sendiri yang mengatakan kayak gitu buk kepsek?."jelas Ibu kantin kepada kepsek

"Dia salah tu,sudah saya jelaskan tapi dia tidak ngerti,itulah jawab kepsek,"ujar ibu kantin sambil mengatakan,kalau begini kami dirugikan, sudah tidak bisa jualan,uang kami dipotong Rp 5 juta.

Selain persoalan kantin,awak media juga mendapatkan informasi bahwa kepala sekolah SMAN 6 Pekanbaru diduga menggunakan dana BOSDA untuk keperluan pribadinya diantaranya:Untuk mengisi kulkas di ruangannya,keperluan pribadinya yang lain, seperti membeli pengaman kewanitaan juga diduga gunakan dana BOS.

Selain itu kepsek diduga pungli kepada siswanya.“kegiatan Katam AlQur`an. dari jumlah siswa sekitar 1.100 orang, khusus untuk siswa Kls X, XI dikenakan biaya perorangnya Rp10 ribu, sedangkan siswa kelas XII dikenakan biaya Rp 25 ribu setiap orangnya, bagi anak kls X, XI tidak ikut serta dalam katam AlQuran. Kalau kls XII hanya mewakili saja.

bukan hanya masalah dugaan pungli saja, informasi yang diterima awak media kepala sekolah SMAN 6 juga diduga mempekerjakan 11 orang keponakannya disekolah tersebut yang memiliki posisi penting.

Informasinya diantara keponakannya ada yang menjadi bendahara katam al Quran dan bendahara pakaian siswa.sedangksn untuk setiap siswa dikenakan biaya baju sekitar Rp 1,6 juta.

Agar informasi ini menjadi berimbang dan profesional sehingga tidak menjadi berita hoax, tim media ini konfirmasi langsung kepada kepala sekolah SMA Negeri 6 pekanbaru senen (7/3/23)

Awalnya kepsek menolak menjawab pertanyaan awak media dengan alasan sekolah punya pengawasan,

"Kalau ada persolan sekolah kami akan sampaikan ke pihak pengawas sekolah saja, dan persoalan ini sudah sampai kepihak pengawas sekolah"Jawab kepsek menolak konfirmasi media.

Akhirnya setelah dijelaskan awak media, kepsek membenarkan tentang sewa kantin itu,"Benar ada kantin disewakan, tetapi uang digunakan untuk perawatan kantin itu sendiri," Jelasnya.

Ketika disinggung tentang kegiatan katam Qur'an dibenarkannya,"iya kegiatan katam Qur'an diadakan hanya sekali dalam 1 tahun,uang itu digunakan untu biaya  kegiatan itu sendiri,seperti makan minum dan biaya lainnya,"Jelas kepsek.

Ketika disinggung Terkait dugaan pungli dana BOS,"Itu semuanya fitnah,ga mungkin saya gunakan dana BOS untuk membeli "pengaman kewanitaan",saya ini sudah tua,tidak perlu pengamanan lagi tutup kepsek menyudahi. (tim)

Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT :