Prodi Keperawatan Institut Kesehatan Dan Teknologi Al Insyirah (IKTA) Gelar Pengabdian Masyarakat
Edukasi Upaya Pencegahan Penyakit Jantung Pada Masyarakat Di Majlis Ta’lim Darussalam
BMBerita.com, Pekanbaru - Penyakit jantung adalah kondisi ketika jantung mengalami gangguan.
Bentuk gangguan itu sendiri bermacam-macam, bisa berupa gangguan pada pembuluh darah jantung, katup jantung, atau otot jantung.
Penyakit jantung juga dapat disebabkan oleh infeksi atau kelainan lahir. Penyakit kardiovaskuler termasuk kondisi kritis yang butuh penanganan segera.
Pasalnya, jantung adalah organ vital yang berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Jika jantung bermasalah, peredaran darah dalam tubuh bisa terganggu.
Tanpa pertolongan medis yang sesuai, penyakit kardiovaskuler bisa mengancam jiwa dan menyebabkan kematian.
Penyakit kronis ini disebut-sebut sebagai penyebab kematian yang cukup sering di seluruh dunia baik bagi pria maupun wanita dari semua ras.
Penyebab penyakit jantung adalah kerusakan, penyumbatan, peradangan, maupun kelainan pada jantung, otot, maupun pembuluh darah di sekitarnya.
Penyumbatan di pembuluh jantung biasanya disebabkan oleh plak. Plak ini menumpuk pada arteri yang rusak.
Penyebab lainnya adalah perkembangan jantung yang tidak sempurna, infeksi, atau aliran darah kaya oksigen ke jantung yang tidak tersuplai dengan baik.
Untuk mengatasi harus tindakan preventif yang diperlukan adalah Edukasi dan promosi kesehatan terkait penyakit jantung perlu diberikan pada terutama orang dewasa hingga orang tua pasien bahkan sejak masih anak-anak.
Jenis kelainan jantung yang dialami, gejala yang mungkin muncul, tanda bahaya, terapi yang dapat dilakukan, dan kemungkinan gejala yang muncul pada pasien.
Edukasi tentang penyakit jantung bawaan sangat penting untuk dilakukan secara komprehensif.
Pada orang dewasa hingga orang lanjut usia dengan atau tanpa penyakit jantung, disarankan untuk melakukan aktivitas fisik rutin sesuai dengan kapasitas individual.
Selain itu, karena adanya risiko yang lebih tinggi untuk mengalami endokarditis infektif pada orang dengan penyakit jantung, diperlukan edukasi yang baik mengenai tindakan pencegahan yang dapat dilakukan.
Berdasarkan hal tersebut Civitas Akademika Institut Kesehatan dan Teknologi Al-Insyirah Pekanbaru perlu memberikan Edukasi dalam rangka pengabdian masyarakat (Pengabmas) dengan memberi pelatihan pemebuatan herbal dengan bahan yang mudah didapatkan didapur kepada masayarakat agar tetap mamapu menjalani hidup dengan sehat dan bermakna.
Pemberian pengetahuan dan pelatihan diberikan kepada jamaah Majlis Ta’lim Darussalam yang berada tidak jauh dari kampus STIKes Al Insyirah pekanbaru dikecamatan bukit raya dan sekitarnya, bekerjasama dengan karang taruna pekanbaru dengan jumlah peserta yang hadir sebanyak 35 orang ditambah dengan karang taruna dan pengurus masjid.
Pada kegiatan tersebut, diturunkan 3 orang dosen yang terdiri dari Ns.Ahmad Redho, M. Kep selaku ketua tim, Nofri Hasrianto, S. Kom, M. Kes dan Jufenti Ade Fitri, M. Kes selaku anggoota, juga dibantu oleh 2 orang mahasiswa keperawatan semester IV (empat).
“Untuk tahap awal adalah memberikan pretest dan posttest untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan jamaah MT Darussalam serta pelatihan dalam menyerap informasi yang disampaikan sehingga dapat mengimplementasikan di rumah mereka.” Ujar ketua Pengabmas Ns.Ahmad Redho, M. Kep
Redho menerangkan, Tahap awal adalah survei jamaah MT Darussalam yang berjarak 1.8 km dari kampus STIKes Al Insyirah dan mengatur pelaksanaan kegiatan dengan mengoptimalisasi pengetahuan jamaah MT Darussalam tentang penyakit jantung dan upaya pencegahan yang dilakukan selama ini dengan memnafaatkan herbal yang mudah didapatkan dirumah.
“Karena untuk pencegahan dibutuhakan ketekenuan dan kesungguhan dalam menjalaninya . karena banyak yang baru me yadarinya setalah penyakit tersebut sudah menyerangnya.” ujarnya

Sementara, Nofri Hasrianto, S. Kom, M. Kes menjelaskan, Pembuatan herbal dengan memanfaatkan bahan yang mudah didapatkan di dapur.
Antara lain daun salam. Daun salam adalah salah satu tanaman yang diperkaya dengan antioksidan yang berkhasiat untuk mengendalikan kolesterol.
Menurut laman Mayo Clinic, konsumsi serat sebanyak 5-10 gram sehari dapat membantu mengurangi kadar kolesterol jahat.
Pembuatan rebusan air daun salam dengan mencuci daun salam dengan air sampai bersih. Kemudian, rebus daun salam di dalam air mendidih hingga menyisahkan satu gelas air. Bagi dua air rebusan daun salam tersebut untuk diminum dua kali sehari.
Daun jati belanda terkandungan serat dalam ekstrak daun jati belanda dapat menghambat penyerapan lemak hingga kolesterol.
Kandungan kalium di dalam daun kelor juga mampu mengontrol tekanan darah dalam tubuh. Tak hanya itu, nutrisi tersebut juga efektif menjaga tekanan darah tetap stabil, sehingga dapat mencegah risiko terjadinya hipertensi.
apabila Rutin mengonsumsi air rebusan daun mangga juga bisa membantu mencegah tekanan darah tinggi. Tak hanya itu, daun mangga juga efektif untuk memperkuat pembuluh darah dalam pengobatan varises.
Selain untuk mengontrol gula darah, manfaat daun seledri juga cocok dipakai untuk mengatasi masalah kolesterol. Utamanya menghambat perkembangan kolesterol jahat dalam tubuh.
“Dengan banyaknya bahan yang dapat dijadikan herbal dan mudah didapat dirumah atau disekitarnya yang bisa dimanfaatkan untuk pencegahan awal dirumah terjadinya gangguan atau penyakit jantung dengan cara menghindari gangguan yang disebakan oleh kolestrol dan gangguan pembuluh darah.” Ucap Nofri Hasrianto usai menerangkan berbagai bahan yang dapat mencegah penyakit jantung.
Selanjutnya, Jufenti Ade Fitri, M. Kes menerangkan penyakait jantung dapat dicegah dengan menghindari makanan-makann yang tidak sehat yang bisa meningkatkan kadar kolestrol jahat di dalam tubuh dengan meningkat pengetahuan tentang makanan yang perlu dihindari dan mengandung kolestrol yang tidak baik.
gaya hidup juga sangat penting untuk membantu menyehatkan badan dengan cara berolahraga, terutama senam jantung untuk selalu menjaga fungsi dan keraja jantung sedini mugkin.
“Oleh sebab itu memberikan penyuluhan kesehatan tentang pencegahan penyakit jantung diberikan kepada masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan, menciptakan lingkungan yang sehat serta pemilihan dan pengolahan bahan makanan untuk mempertahankan kondisi tubuh yang sehat.” Tutup Jufenti Ade Fitri.









Komentar Via Facebook :